Logo Pengadilan Negeri Palopo
Pembaruan terakhir: Selasa, 18 September 2018
shade

Upacara Memperingati HUT MARI ke 73 di Lamongan

hutma1hutma2hutma3hutma4hutma5hutma6

       Upacara peringatan HUT MARI ke 73 digelar di halaman Kantor PN. Lamongan, dimulai pada jam 7.30 pagi, pada hari Ahad tanggal 19 Agustus 2018.  Tema peringatan MARI yang ke 73 adalah “Era Baru Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi” Amanat tertulis Ketua MARI dibacakan oleh Pembina upacara.  Yang bertindak selaku pembina upacara adalah Ketua Pengadilan Negeri Lamongan Nova Bunda Flory, S.H., M.H.  Upacara di pagi Ahad yang cerah itu berlangsung hikmat dan sangat rapi.  Dari jajaran hakim terlihat barisan yang rapi dengan pakaian oleh raga, warna biru muda untuk para hakim PN Lamongan dan warna orange untuk para hakim PA. Lamongan. dan untuk barisan pegawai pun tak kalah rapinya dengan menggunakan seragam pakaian olah raga yang sama, yakni PN dengan warna biru muda sementara untuk PA dengan warna orange. Suasana akrab tanpa sekali antara keluarga besar PN dan PA. Lamongan dimulai dari keakraban mulai dari ketua masing-masing, para hakim dan pansek serta  Seluruh pegawai.

Selengkapnya...

Upacara Bendera Untuk Memperingati HUT RI ke 73 di PA. Lamongan

hutri1hutri2hutri3hutri4

       Upacara peringatan HUT RI ke 73 digelar di halaman Kantor PA. Lamongan kelas 1 A yang dimulai pada jam 8 pagi, pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 2018.  Pembina upacara adalah ketua Pengadilan Agama Lamongan Dr. Hj. Harijah. D., M.H.  Uapacara di pagi Jum’at yang cerah itu berlangsung hikmat dan sangat rapi.  Dari jajaran hakim terlihat barisan yang rapi dengan pakaian Sipil Lengkap dan untuk barisan pegawai pun tak kalah rapinya dengan menggunakan seragam KORPRI.  Seluruh hakim dan pegawai hadir dalam upacara bendera tersebut, kecuali satu orang hakim yang sedang cuti karena  menunaikan ibadah haji.

       Selepas upacara bendera, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, sebagai prosesi tasyakuran dalam rangka HUT RI ke 73.  Usai upacara bendera dan makan bersama di PA. Lamongan, ketua PA. Lamongan berlanjut mengikuti upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Alun-Alun Kabupaten Lamongan.   

Selengkapnya...

"A" EXCELENT UNTUK PA. Lamongan

aexcellen

aexcellen1

aexcellen2

       Kerja keras dan maksimal seluruh keluarga besar PA. Lamongan berhasil mengantarnya mendapatkan nilai tertinggi untuk penilaian Sertifikasi Akreditasi Penjaminan Mutu di bulan Juli tahun 2018.   "A" Ecxelent merupakan nilai tertinggi yang diraihnya pada pengumuman dan penerimaan sertifikasi yang berlangsung di Balikpapan pada tanggal 12 Juli 2018 di Hotel Novotel. Turut serta mendampingi ketua Pengadilan Agama Lamongan kelas 1 A, Dr. Hj. Harijah, D., M.H. adalah wakil ketua PA. Lamongan selaku ketua SAPM PA. Lamongan Dr.H. Ahmad Bisri Mustakim, M.H., Bua Eva Hidayah, S.H., M.H. sebagai PJ. Manajemen, Panitera PA. Lamongan Drs. Abdullah Faqih, MH., Plt. Sekretaris, Muarafah, SH. Sebagai Pj. Kesekektariatan dan 1 orang mewakili tenaga honorer.

Selengkapnya...

KISAH SUKSES EKSEKUSI ANAK DI PA. LAMONGAN

KISAH SUKSES EKSEKUSI ANAK DI PA. LAMONGAN

Sebuah Kado Istimewa Di Peringatan Hari Anak Nasional

(Eksekusi yang cukup menegangkan, mendebarkan, berakhir dengan derai air mata bahagia).

 

Perjuangan panjang seorang perempuan muda desa yang lugu, tamat SMK dan berprofesi sebagai penjahit bernama Fitriah. Ia memperjuangkan haknya sebagai pemegang hadhanah untuk anak kandungnya yang pada saat itu masih berumur 1 tahun. Proses hukum dilaluinya hingga tingkat kasasi. Menapaki waktu selama tiga tahun tanpa kenal lelah dan dengan rasa optimis berbuah manis. Derai ai mata bahagia setelah dapat memeluk sang buah hati si kecil Kanindya.

Bermula dari perkara gugatan hadhanah di Pengadilan Agama Lamongan kelas I A dengan nomor perkara 2510/Pdt.G/2016/PA. Lmg. Perempuan muda itu memenangkan perkara hingga tingkat kasasi (putusan banding nomor perkara 220/Pdt.G/PTA. Sby tanggal 3 Mei 2017 dan putusan kasasi nomor 583 K/AG/2017 tanggal 28 September 2017.  Namun demikian, kemenangan itu tidak serta merta memperoleh haknya.  Jangankan hak asuh yang dapat diperoleh, akses pertemuan dengan si kecil Kanindya sama sekali tidak ada. Upaya untuk menemui sang buah hati dengan mengunjungi rumah mantan suaminya tidak pernah berhasil karena apabila motor yang dikendarainya terdengar berhenti oleh keluarga mantan suaminya, pintu rumah langsung ditutup rapat.  Jika menitipkan barang seperti susu maupun boneka mainan kepada tetangga sang mantan suami untuk diberikan kepada sang buah hati, itupun tidak sampai karena menurut tetangganya tidak pernah diambil.  Kepedihan bathinnya tidak membuatnya mundur untuk memperjuangkan hak asuh sebagai naluri bagi seorang perempuan.

       Tidak pernah berhenti berjuang dengan didampingi pengacaranya dari LBH Al-Banna, Ia kemudian  mengajukan permohonan eksekusi di Pengadilan Agama Lamongan. Permohonan eksekusi ke Pengadilan Agama Lamongan pada tanggal 22 Januari 2018.

Selengkapnya...

Pencarian

Informasi Cepat

  • 1
A- A A+

Alih Bahasa