Logo Pengadilan Negeri Palopo
Pembaruan terakhir: Senin, 12 November 2018
shade

anti corruption1anti corruption2anti corruption22

          Ketua PA. Lamongan di hadir sebagai salah satu Nara Sumber di acara Anti corruption Summit 2018 yang diselenggarakan oleh KPK berkolaborasi dengan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang diselenggarakan pada hari Selasa sampai dengan hari Rabu tanggal 23 sampai dengan tanggal 24 Oktober 2018 di hotel Four Points Makassar. Kehadiran Dr. Hj. Harijah Damis, M.H. sebagai salah satu nara sumber di acara tersebut atas undangan KPK untuk mengisi acara di sesion peran perempuan dalam pemberantasan korupsi. Narasumber dan peserta pada acara itu sebanyak 200 orang yang terdiri dari para rektor, akademisi, dan para NJO. Keynot speaker adalah Prof. DR. Mahfud MD. Yang tampil pada hari pertama membawakan tema: Peran akedemisi dalam pemberantasan korupsi. Beliau tampil menguraikan korupsi konpensional dan non konpensional salah satu paparannya yang menarik adalah bentuk korupsi sekarang sangat canggih dan menyulitkan untuk melacaknya karena memakai kode, misalnya kode siapkan 2 cangkir kopi yang artinya siapkan uang dua milyar, rekening atas nama pemberi sup tetapi tetapi ATM dan pinnya diberikan kepada yang disuap atau masing-masing membawa koper yang sama ke bandara, nanti setelah dibandara ditukar antara koper yang berisikan uang dengan koper yang berisi kertas koran.

anti corruption3anti corruption4anti corruption5

               Setelah Prof. Dr. Mahfud MD, pada sesion berikutnya, tampil 4 orang narasumber dengan tema diskusi Peran Kampus dan Akademisi dalam mendorong kebijakan pemberantasan korupsi, masing-masing: Laode M. Syarif, S.H., L.L.M. Ph.D (KPK), Prof Dr. H. Mohammad Nasih, MT. SE., Ak., CMA (Rektor Universitas Airlangga Surabaya), Prof Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr (gubernur Sulawesi Selatan).  Hal menarik yang dipaparkan oleh Nurdin Abdullah adalah ketika menjadi bupati sinjai, beliau meminta pejabat inspektorak dari orang terbaik BPK agar betul-betul profesional dalam melaksanakan tugas serta meminta orang terbaik dari kampus untuk menjadi seorang kepada Dinas.  Moderator adalah Prof. Kadarsah Suryadi, DEA (Rektor ITB. Sekaligus ketua majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia).   Pada sesion lain, tampil pula sebagai narasumber Fahruddin (malang Corruption Wacth) yang diketahui membongkrar korupsi yang terjadi di Malang dengan melibatkan banyak anggota DPR-nya, dan menjadi anggota DPRD terbanyak yang kena OTT oleh KPK.

              Pada hari kedua, Ketua PA. Lamongan tampil sebagai narasumber dengan tema diskusi: “Peran Perempuan Dalam Pemberantasan Korupsi”.  Dr. Hj. Harijah Damis, M.H. tampil bersama Rahmawati karim (Anggota KPU), Rahma Abdul Gani (wakil Wali Kota Tanjung Pinang) dan seorang kades perempuan.  Moderator adalah Febri Diansyah (jubir KPK) dan penanggap utama adalah Laode M. Syarif, S.H., L.L.M. Ph.D. (Pimpinan KPK).  Laode M. Syarif memberikan apresiasi yang luar biasa kepada KPA. Lamongan atas inovasi-inovasi dan upaya yang dilakukan yang sangat pro pada anti pungli dan anti korupsi dengan antara lain dimulai dengan parkir gratis yang semula dipungut biaya oleh petugas parkir yang tidak jelas aturannya dan sangat berpeluang  terjadinya pungli, misalnya ditentukan Rp. 1000,- perkendaraan bermotor, namun tidak ada jaminan apa benar dibayar Rp. 1000,- atau lebih.  Dengan parkir bebas, maka paling tidak menimbulkan anggapan tdak adanya pungutan liar dan hal itu terbukti apresiasi kepuasan masyarakat melalui media sosial yang sangat salut apa yang dilakukan di PA. Lamongan.  Disamping itu, adanya inovasi identitas pihak yang masuk di ruang pelayanan, sehingga pihak yang tidak berkepentingan tidak akan bisa masuk di ruang pelayanan dan hal ini dimaksudkan untuk memutus matarantai modin yang sebelumnya setiap hari sidang datang ke Pengadilan Agama Lamongan layaknya sebagai pegawai PA.  Selain itu, inovasi layanan antrian elektronik yang terkoneksi dengan dengan SIPP.  Itulah antara lain paparan KPA. Lamongan yang diapresiasi oleh  Laode M. Syarif.  Harijah menjelaskan semua inovasi itu untuk melaksanakan kebijakan Mahkamah Agung yang sangat pro pada pemberantasan korupsi.  Para narasumber yang lain juga memaparkan bagaimana upayanya harus menolak upaya suap dari pihak tertentu.  Berkali-kali peserta diskusi memberikan tepuk tangan untuk para narasumber.  

              Pada acara penutupan, kembali Laode M. Syarif  mengapresiasi perempuan-perempuan yang tampil di sesion peran perempuan dalam memberatas korupsi dan diakhir acara disepakati tempat Anti Corruption Summit tahun 2019 dan pernyataan bersama satu aksi satu pikir lawan korupsi. Semoga manfaat.

Pencarian

Informasi Cepat

  • 1
A- A A+

Alih Bahasa

Pengunjung Website

3245
TodayToday0
YesterdayYesterday311
This_WeekThis_Week1705
This_MonthThis_Month3245
All_DaysAll_Days3245
54Dot167Dot112Dot42

Pengunjung Online